↩ Blog
10 MENIT BACA
SOFTWARE HOTEL

Apakah Kiyo Cocok untuk Properti Anda? Cek Kecocokan Singkat untuk Hotel, Villa, Guesthouse, dan Hostel

Cek kecocokan singkat untuk hotel, villa, guesthouse, dan hostel: enam pertanyaan, manfaat per tipe dan ukuran properti, isi tiap paket, dan cara setup.

Tambahkan Kiyo ke sumber pilihan di Google
Pemandangan vila beratap alang-alang berkolam, guesthouse dan hotel tiga lantai di antara kelapa dan sawah saat fajar

Cek kecocokan ini dibuat untuk hotel, villa, guesthouse, dan hostel independen di Indonesia. Sebuah sistem cocok untuk Anda kalau Anda mengelola satu villa atau sepuluh villa, di satu area atau beberapa area, berjualan di OTA, dan ingin satu kalender yang bisa dipakai tim Anda dalam Bahasa Indonesia. Agensi, grup villa, dan portofolio 50+ kamar butuh paket yang disusun khusus.

Anda sudah melihat demo, membaca beberapa artikel, atau bertanya ke AI tentang software hotel. Sekarang tinggal satu pertanyaan. Apakah sistem ini benar-benar cocok untuk kamar, situs booking, tim, dan anggaran Anda? Jawabannya bergantung pada enam hal tentang properti Anda. Panduan ini membahas keenamnya, lalu menunjukkan apa yang didapat hotel, villa, guesthouse, dan hostel, mulai dari satu unit sampai grup dengan 50+ kamar.

Pertama, satu istilah dulu. Sistem manajemen properti, atau PMS (property management system), adalah software yang menyimpan booking, kamar, harga, dan data tamu di satu tempat. Semua bagian di bawah ini membahas seberapa pas sebuah PMS dengan cara kerja Anda sehari-hari.

Lihat semua booking di satu kalender di demo

Enam pertanyaan kecocokan untuk sistem hotel apa pun

Tulis jawaban Anda sebelum ikut demo apa pun, supaya Anda tahu persis apa yang ingin dilihat.

  1. Properti seperti apa yang Anda kelola? Hotel 20 kamar, villa privat, dan homestay 4 kamar butuh hal yang berbeda. Hotel butuh tipe kamar dan tampilan front desk. Villa mungkin hanya satu unit yang dijual utuh.
  2. Berapa kamar atau villa yang Anda kelola? Kiyo menghitung harga per kamar atau unit villa, ditambah biaya dasar bulanan. Semua villa Anda bisa masuk satu akun, walaupun lokasinya berbeda.
  3. Situs booking mana yang mendatangkan tamu Anda? Online travel agency, atau OTA, adalah situs seperti Booking.com, Agoda, atau Traveloka yang menjual kamar Anda dengan komisi. Channel manager adalah alat yang mengirim harga dan kamar kosong Anda ke setiap OTA, lalu memasukkan booking dari OTA ke sistem Anda. Catat OTA yang paling banyak mendatangkan tamu.
  4. Siapa yang menjalankan front desk setiap hari? Mungkin Anda sendiri. Mungkin seorang manajer, dua staf front desk, dan tiga petugas kebersihan. Pikirkan bahasa yang paling mudah mereka baca dan perangkat yang mereka pakai, laptop atau HP.
  5. Berapa yang bisa Anda keluarkan per kamar setiap bulan? Bandingkan biaya bulanan dengan harga satu malam untuk satu kamar. Kalau satu kamar terjual Rp500.000 per malam, kalau biaya sistem per kamar per bulan hanya sebagian kecil dari harga satu malam, keputusannya mudah.
  6. Bantuan apa yang Anda butuhkan untuk mulai? Tanyakan siapa yang memasukkan kamar dan tarif Anda, dan bahasa apa yang dipakai tim dukungan.

Begini contohnya untuk tiga pemilik rekaan. Ibu Komang mengelola guesthouse 4 kamar di Ubud. Sebagian besar tamunya datang dari Booking.com dan Airbnb, dan ia menjaga front desk sendiri. Pak Hendra mengelola hotel 15 kamar di Yogyakarta. Ia berjualan di Traveloka dan tiket.com dan punya tim berisi enam orang. Mr Daniel punya dua villa di Lombok tetapi tinggal di Jakarta, jadi manajer villanya mengerjakan semuanya lewat HP.

Tabel kecocokan 60 detik

Jawab ya atau tidak di setiap baris, lalu baca paket di kolom terakhir. Paket di baris "ya" paling bawah adalah paket yang cocok untuk Anda.

PertanyaanKalau yaPaket yang cocok
Apakah Anda butuh fitur inti, untuk satu villa atau banyak?Satu kalender, 75+ OTA, dan halaman booking milik Anda sudah cukupStarter
Apakah lebih dari 3 orang perlu login, termasuk Anda?Starter untuk 3 anggota tim; Pro dan Business tanpa batasPro
Apakah tamu mengirim pesan setiap hari lewat WhatsApp, Instagram, dan chat OTA?Satu inbox bersama paling menghemat waktuPro
Apakah Anda ingin ulasan Booking.com, Airbnb, dan Expedia di satu tempat?Dashboard ulasan ada di ProPro
Apakah operasional Anda lebih besar, dengan lebih banyak unit, staf, dan kebutuhan?Kontrol lanjutan, laporan multi-properti, dan dukungan prioritasBusiness
Apakah Anda ingin tugas bersih-bersih dikirim ke petugas kebersihan?Housekeeping ada di BusinessBusiness
Apakah Anda punya agensi, grup villa, atau 50+ kamar?Paket yang disusun sesuai daftar properti AndaHubungi kami

Contoh hitungannya: Ibu Komang hanya menjawab ya di baris pertama, jadi Starter cocok. Pak Hendra punya tim enam orang dan chat tamu yang ramai, jadi Pro cocok. Mr Daniel punya dua villa dan ingin tugas bersih-bersih dikirim ke petugasnya, jadi Business cocok. Yang menentukan bukan jumlah villanya, tetapi kebutuhannya.

Lihat satu booking menutup kamar di OTA lain di demo

Apa yang didapat setiap properti dari Kiyo

Kiyo adalah PMS dan channel manager untuk hotel, villa, guesthouse, homestay, dan hostel independen. Cerita pendirinya ada di halaman Why Kiyo (membuka tab baru).

Setiap properti, apa pun tipe dan ukurannya, mulai dari dasar yang sama:

  • Satu kalender untuk semua booking. Booking langsung, booking OTA, dan booking yang diketik tim Anda semuanya ada di satu kalender.
  • 75+ OTA. Kiyo terhubung ke 75+ OTA, misalnya Booking.com, Agoda, Expedia, Airbnb, Traveloka, tiket.com, dan Trip.com. Halaman channel manager (membuka tab baru) menjelaskan cara kerja koneksinya.
  • Satu penjualan menutup kamar di tempat lain. Saat tamu memesan kamar di satu channel yang terhubung, Kiyo menutup kamar itu di channel lain yang terhubung.
  • Halaman booking milik Anda sendiri. Booking engine untuk booking langsung tersedia di setiap paket, jadi tamu bisa memesan langsung di website Anda.
  • Layar berbahasa Indonesia dan login untuk setiap orang. Staf bisa mengganti seluruh dashboard ke Bahasa Indonesia. Starter untuk 3 anggota tim, termasuk pemilik; Pro dan Business tanpa batas.

Tips singkat: kebanyakan double booking berasal dari booking lewat WhatsApp, telepon, atau tamu yang datang langsung, yang tidak segera dimasukkan oleh siapa pun. Panduan kami tentang cara mencegah double booking (membuka tab baru) menjelaskan kebiasaan yang menutup celah itu.

Manfaat untuk setiap tipe properti

Hotel. Hotel punya beberapa tipe kamar, front desk, dan biasanya tim yang lebih besar. Resepsionis bisa memasukkan tamu walk-in sebagai booking bertanda "Walk-in", atau menandai booking sebagai sudah dibayar. Setiap booking menyimpan pembayaran dan refund, dan bisa membuat kuitansi. Setiap booking juga punya riwayat, jadi Anda bisa melihat siapa mengubah apa, dan kapan.

Villa. Villa sering dijual utuh sebagai satu unit, kadang di beberapa situs sekaligus. Kiyo menyatukan Airbnb, Booking.com, dan halaman booking Anda sendiri di satu kalender. Begitu villa terjual di satu channel yang terhubung, villa itu tertutup di channel lain. Pemilik yang tinggal jauh bisa mengecek booking lewat browser HP. Artikel kami tentang PMS terbaik untuk villa di Bali (membuka tab baru) membahas kebutuhan villa lebih dalam.

Guesthouse dan homestay. Semua booking masuk ke satu kalender, halaman booking sudah termasuk, dan layarnya bisa berbahasa Indonesia. Di paket Pro, inbox bersama mengumpulkan chat tamu dari WhatsApp, Instagram, Facebook, Telegram, Outlook, Booking.com, Airbnb, dan Expedia di satu tempat.

Hostel. Channel manager dan kalender yang sama menyimpan setiap booking jangka pendek dalam satu tampilan. Tempat tidur dan kamar dorm diatur berbeda dari kamar privat, jadi tanyakan saat demo bagaimana tempat tidur, dorm, dan harga Anda disiapkan.

Ini yang didapat tiga pemilik contoh kita hari ini.

PemilikKebutuhannyaYang diberikan Kiyo
Ibu Komang, guesthouse 4 kamar, UbudBooking.com dan Airbnb di satu kalender, admin sedikitKeduanya terhubung, booking masuk ke satu kalender, halaman booking langsung sudah termasuk
Pak Hendra, hotel 15 kamar, YogyakartaTraveloka dan tiket.com, tim enam orang, Bahasa IndonesiaKeduanya ada di daftar koneksi Kiyo, setiap orang punya login, layar bisa berbahasa Indonesia
Mr Daniel, 2 villa, LombokMengelola dua tempat dari Jakarta, manajer memakai HPKedua villa ada di satu akun, Business mengirim tugas bersih-bersih, dan dashboard bisa dipakai di browser HP

Manfaat untuk setiap ukuran properti

Paket dipilih dari kebutuhan Anda, bukan dari jumlah villa. Misalnya Anda punya Villa A, B, dan C di Sanur, plus Villa D di Seminyak. Itu satu properti atau empat? Untuk urusan paket, tidak masalah. Keempatnya bisa masuk satu akun Starter, Pro, atau Business. Anda membayar per kamar atau unit villa, ditambah biaya dasar paket.

Punya agensi, grup villa, atau 50+ kamar? Halaman harga (membuka tab baru) menyebut bahwa tim Kiyo akan menyusun paket yang pas untuk Anda. Bawa daftar properti Anda saat demo.

Isi setiap paket

Kiyo punya tiga paket. Setiap paket sudah termasuk channel manager, kalender, booking engine untuk booking langsung, dan dashboard pendapatan. Halaman harga (membuka tab baru) juga mencantumkan "Tautan pembayaran dan email tamu" sebagai fitur yang termasuk di setiap paket.

Soal harga, paket dimulai dari Rp40rb per kamar per bulan (membuka tab baru). Hotel 10 kamar di paket Starter membayar sekitar Rp550rb per bulan, dan itu sudah termasuk channel manager. Tagihan tahunan lebih murah daripada membayar per bulan.

Lihat kalender, inbox, dan halaman booking di demo

Setup dan dukungan dalam Bahasa Indonesia

Begini cara mulai dengan Kiyo, langkah demi langkah.

  1. Obrolan singkat pertama. Anda menceritakan kamar, OTA, dan tim Anda ke tim Kiyo, lewat WhatsApp atau telepon.
  2. Kamar dan tarif dimasukkan. Tim Kiyo menyiapkan tipe kamar, tarif, dan halaman booking bersama Anda.
  3. OTA dihubungkan. Tim menghubungkan OTA Anda bersama Anda. Untuk Traveloka, Anda butuh akses ke TERA, extranet partner Traveloka (membuka tab baru). Untuk tiket.com, Anda butuh TIX, extranet partner tiket.com (membuka tab baru). Artikel kami tentang cara login TERA Traveloka (membuka tab baru) dan extranet tiket.com (membuka tab baru) menjelaskan keduanya.
  4. Tim Anda login. Setiap orang mendapat login sendiri dan peran siap pakai, dalam bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia.
  5. Go-live. Kalender Anda mulai aktif dan Anda melihat booking pertama masuk.

Setelah go-live, setiap properti mendapat grup WhatsApp sendiri dengan tim Kiyo. Jam dukungan pukul 07.00 sampai 19.00 WITA, ditambah bantuan 24/7 saat sistem mengalami gangguan. Di dalam jam itu, kami menargetkan balasan dalam 15 menit, dan paling lambat 2 jam. Itu target yang kami tetapkan sendiri. Tim Kiyo adalah orang Indonesia dan memberi dukungan dalam Bahasa Indonesia.

Keamanan juga bagian dari setup. Setiap pengguna bisa menyalakan login dua langkah, atau 2FA. Artinya ada kode 6 angka dari aplikasi seperti Google Authenticator (membuka tab baru) selain kata sandi. Layar tagihan dan payout tetap tertutup untuk staf sampai pemilik membukanya untuk orang yang sudah memakai 2FA. Panduan kami tentang akses sistem untuk staf hotel (membuka tab baru) membahas cara merencanakan siapa melihat apa.

14 hari pertama Anda setelah go-live

Pindah sistem memang terasa berisiko. Karena itu, jalankan operasional seperti biasa selama seminggu di Kiyo dan lakukan uji berikut:

  1. Uji kamar terakhir. Terima satu booking di OTA untuk kamar kosong terakhir Anda. Lalu pastikan kamar itu sudah tertutup di OTA lain yang terhubung.
  2. Uji walk-in. Minta front desk memasukkan tamu walk-in, menandainya sudah dibayar, lalu menemukannya lagi di kalender.
  3. Uji Bahasa Indonesia. Biarkan staf yang paling jarang memakai teknologi mengganti layar ke Bahasa Indonesia dan mengerjakan satu tugas sendirian, di HP-nya sendiri.
  4. Uji dukungan. Ajukan satu pertanyaan sungguhan di grup WhatsApp Anda pada siang hari, lalu rasakan sendiri jawabannya.

Hari booking pertama: Ibu Komang di Ubud

Begini gambaran satu hari di dua minggu pertama untuk Ibu Komang, pemilik guesthouse rekaan kita di Ubud. Hari Anda bisa berjalan seperti ini juga.

  1. Pagi. Listing Booking.com dan Airbnb miliknya sudah terhubung, dan kalendernya menampilkan seminggu ke depan dalam satu tampilan.
  2. Menjelang siang: booking dari OTA. Pasangan dari Sydney memesan dua malam lewat Booking.com. Booking itu masuk ke kalendernya, lalu Kiyo menutup kamar itu di Airbnb dan di halaman booking-nya, sehingga tidak ada orang lain yang bisa memesannya.
  3. Sore: tamu walk-in. Seorang backpacker datang langsung dan meminta satu malam. Ibu Komang memasukkan booking sebagai walk-in dan menandainya sudah dibayar, jadi booking itu ada di kalender yang sama.
  4. Malam: booking langsung. Tamu langganan bertanya lewat WhatsApp untuk tiga malam di bulan Desember. Ia menambahkan booking-nya dan mengirim link pembayaran, lalu tamu menerima email konfirmasi booking.
  5. Larut malam: satu pertanyaan. Ia ingin mengatur tarif hari libur, jadi ia bertanya di grup WhatsApp Kiyo miliknya dan mendapat langkah-langkahnya dalam Bahasa Indonesia.

Di akhir hari itu, tidak ada satu booking pun yang diketik dua kali.

Langkah Anda berikutnya: jadwalkan demo dan jalankan uji kamar terakhir dengan kamar Anda sendiri.

Paket dimulai dari Rp40rb per kamar per bulan (membuka tab baru). Setup gratis, bayar mulai go-live, jaminan uang kembali 14 hari.

Jalankan uji kamar terakhir di demo

Pertanyaan yang sering diajukan

Tambahkan Kiyo ke sumber pilihan di Google