Mengapa saya membangun Kiyo.
Saya selalu percaya bahwa waktu adalah salah satu aset paling berharga dalam bisnis hospitality. Properti dapat menghasilkan lebih banyak pendapatan dan menambah kamar, tetapi jam yang hilang karena update berulang, mencari pesan, dan menyusun ulang handover tidak pernah kembali. Saya ingin membuat software yang mengurangi tekanan bagi orang-orang yang menjalankan operasional dan memberi mereka lebih banyak ruang untuk melayani tamu, memperbaiki properti, dan mengembangkan bisnis.
Saat bepergian, saya berulang kali melihat tamu datang membawa koper lalu mengetahui bahwa properti menerima lebih banyak booking daripada kamar yang tersedia. Tamu merasa kecewa, tim harus menyelesaikan keadaan darurat, dan kepercayaan hilang dalam hitungan menit. Pengalaman itu terus saya ingat. Kiyo dibangun untuk menyatukan direct booking dan reservasi OTA dalam satu kalender, menjaga ketersediaan tetap selaras, dan mengurangi risiko double booking yang dapat dihindari sebelum menjadi masalah di front desk.
Saya juga ingin properti memiliki hubungan yang lebih kuat dengan tamunya. Direct booking harus terasa seperti hotel itu sendiri, mulai dari website, foto kamar, dan desain booking sampai pilihan pembayaran, email konfirmasi, dan guest portal. Setelah booking tercatat, setiap pesan dan handover harus tetap terhubung dengan data menginap. Karena itu, Kiyo menggabungkan direct booking, pembayaran lokal, komunikasi tamu, Team Chat, dan workspace harian dalam satu sistem yang terasa personal bagi properti dan jelas bagi tim.