Perbandingan channel manager dan booking engine
Pertama, dua definisi singkat.
- OTA (online travel agency) adalah situs yang menjual kamar Anda dengan komisi, seperti Booking.com, Agoda, Expedia, atau Airbnb.
- Komisi adalah bagian dari harga pemesanan yang diambil oleh OTA.
Sekarang perbandingannya.
| Pertanyaan | Channel manager | Booking engine |
|---|
| Apa tugasnya? | Menjaga kamar, harga, dan aturan tetap sama di setiap OTA | Membuat tamu bisa memesan dan membayar di website Anda |
| Siapa yang memakainya? | Anda dan staf, di balik layar | Tamu Anda, di website Anda |
| Dari mana pemesanan datang? | OTA | Website, link Instagram, atau listing Google Anda |
| Masalah apa yang diperbaiki? | Double booking dan pembaruan manual berjam-jam | Membayar komisi di setiap pemesanan |
| Apa yang terjadi tanpanya? | Anda memperbarui setiap OTA secara manual | Tamu harus mengirim pesan, atau memesan lewat OTA |
| Apa yang dibutuhkan agar berjalan? | Akun di OTA yang Anda pakai | Website atau halaman tempat tamu menemukan link |
Booking.com menjelaskan hal yang sama di halaman bantuan partnernya tentang apa itu channel manager (membuka tab baru) (dalam bahasa Inggris). Di sana disebutkan bahwa begitu kamar terjual, channel manager menghapusnya dari platform online lain. Channel manager juga langsung membuka kembali kamar yang dibatalkan, jadi kamar itu bisa langsung dijual lagi.
Versi singkatnya: channel manager membantu Anda menjual dengan aman di banyak tempat (membuka tab baru) (dalam bahasa Inggris). Booking engine membantu Anda menjual langsung di satu tempat, yaitu tempat Anda sendiri.
Jika Anda juga bertanya di mana posisi PMS, kami menjelaskannya di panduan PMS vs channel manager (membuka tab baru). PMS (property management system) adalah sistem utama yang menyimpan pemesanan, data tamu, dan kamar Anda. Di artikel ini, kita fokus pada dua alat penjualan saja.
Mana yang saya butuhkan? Tabel keputusan yang bisa Anda salin
Salin tabel ini ke catatan Anda, lalu jawab setiap pertanyaan sesuai kondisi properti Anda hari ini. Cukup jawab "ya" atau "tidak", lalu lihat kolom yang sesuai.
| Pertanyaan | Jika ya | Jika tidak |
|---|
| 1. Apakah Anda menjual di dua OTA atau lebih? | Anda butuh channel manager, supaya satu kamar tidak terjual dua kali | Untuk sementara, satu OTA masih bisa diperbarui secara manual |
| 2. Apakah tamu menemukan Anda lewat Instagram, Google, WhatsApp, atau sering datang kembali? | Anda butuh booking engine, supaya mereka bisa memesan dan membayar langsung kepada Anda | Mulailah dari channel manager lebih dulu |
| 3. Apakah Anda ingin semua pemesanan ada di satu kalender? | Pilih satu sistem yang mengerjakan kedua tugas itu | Cek dulu cara kedua alat saling terhubung sebelum tanda tangan |
Ada dua jawaban "ya" atau lebih? Berarti Anda butuh keduanya, dan keduanya harus berbagi satu kalender yang sama. Ini contoh buatan: sebuah guesthouse 6 kamar menjual di Booking.com, Agoda, dan Airbnb, dan juga sering menerima tamu dari WhatsApp. Jawabannya ya, ya, ya, jadi guesthouse ini butuh kedua alat sekaligus.
Perjalanan satu pemesanan melalui setiap alat
Akan lebih mudah jika kita mengikuti satu pemesanan. Berikut dua contoh karangan dari Bali.
Contoh 1: villa di Canggu mendapat pemesanan dari OTA
Sebuah villa dua kamar tidur di Canggu dijual di Agoda, Booking.com, dan Airbnb.
- Seorang tamu menemukan villa itu di Agoda dan memesannya untuk 3 malam.
- Agoda mengirim pemesanan ke channel manager.
- Channel manager menambahkan pemesanan ke kalender dan menutup tanggal-tanggal itu.
- Pembaruan itu dikirim ke Booking.com, Airbnb, dan setiap OTA lain yang terhubung.
- Risiko tanggal yang sama terjual dua kali jadi lebih kecil, karena tidak ada yang perlu ingat menutupnya secara manual.
Tanpa channel manager, langkah 4 berarti seseorang harus masuk ke setiap extranet. Extranet adalah halaman belakang yang diberikan setiap OTA kepada Anda. Jika orang itu sedang sibuk, dua tamu bisa membeli kamar yang sama.
Contoh 2: guesthouse di Ubud mendapat pemesanan langsung
Sebuah guesthouse 10 kamar di Ubud mendapat banyak tamu dari Instagram dan tamu yang kembali lagi.
- Seorang tamu melihat postingan Instagram guesthouse itu dan mengetuk link di profilnya.
- Booking engine menampilkan kamar, harga, dan foto Anda.
- Tamu memilih kamar, mengisi data, dan membayar.
- Pemesanan masuk ke kalender Anda.
- Jika Anda juga memakai channel manager, jumlah kamar ikut turun di setiap OTA.
Perhatikan langkah 5. Kedua alat ini bekerja paling baik sebagai pasangan. Booking engine saja tetap membutuhkan seseorang untuk menutup kamar di OTA. Channel manager saja mengarahkan setiap tamu ke OTA, bahkan tamu yang sudah lebih dulu mengenal Anda.
Mana yang lebih dulu menguntungkan
Pemilik peduli pada satu hal: alat mana yang membawa atau menghemat uang lebih banyak. Jawaban jujurnya tergantung dari mana saja pemesanan Anda datang.
Saat channel manager lebih penting
- Anda menjual di tiga OTA atau lebih.
- Sebagian besar tamu datang dari OTA, bukan dari website sendiri.
- Anda pernah mengalami double booking, atau setiap hari menghabiskan waktu mengubah harga di banyak extranet.
Di sini risiko terbesar adalah kesalahan. Double booking bisa berarti pengembalian dana, tamu yang kecewa, ulasan buruk, dan sanksi dari OTA. Channel manager mengurangi risiko ini, karena ia memperbarui setiap OTA yang terhubung begitu ada booking masuk.
Saat booking engine lebih penting
- Banyak tamu menemukan Anda lewat Instagram, Google, atau dari mulut ke mulut.
- Tamu sering bertanya "Kamar kosong hari Jumat?" lalu memesan lewat transfer bank.
- Tamu yang kembali bertanya cara memesan lagi tanpa lewat OTA.
Di sini biaya terbesar adalah komisi untuk tamu yang sebenarnya sudah mengenal Anda. Booking engine memberi mereka cara mudah untuk memesan langsung. Panduan kami tentang biaya OTA dan booking langsung (membuka tab baru) menunjukkan cara menghitung biaya OTA yang sebenarnya, supaya Anda bisa membandingkan.
Ada juga bonus gratis di sisi pemesanan langsung. Google membuat hotel bisa menampilkan link pemesanan dan harga mereka sendiri di samping harga OTA, di Google Search dan Maps. Google menyebutnya free booking links (membuka tab baru) (dalam bahasa Inggris), dan halaman bantuannya menyebutkan tidak ada biaya untuk klik pada link ini. Agar muncul, harga Anda harus dikirim oleh partner yang terhubung, yang sering berupa booking engine, channel manager, atau PMS. Jadi booking engine juga bisa menangkap tamu yang membandingkan harga di Google. Tanyakan kepada kami saat demo.
Kami tidak memberi satu angka tentang berapa yang bisa dihemat booking engine, karena itu tergantung harga Anda, kontrak OTA Anda, dan berapa banyak tamu yang datang langsung. Hitung sendiri dengan data pemesanan tiga bulan terakhir.
Perlukah keduanya? Tiga jenis properti
Sebuah villa tunggal. Pemiliknya menjual di Airbnb (membuka tab baru) dan Booking.com (membuka tab baru), dan mendapat tamu langganan dari teman dan Instagram. Channel manager memperbarui kedua OTA begitu salah satunya menerima booking. Booking engine memberi teman dan tamu langganan cara yang rapi untuk memesan dan membayar. Dengan hanya satu unit, satu double booking adalah masalah besar, jadi channel manager biasanya didahulukan.
Sebuah guesthouse 10 kamar. Ia menjual di empat atau lima OTA dan mendapat tamu langsung lewat Google dan WhatsApp. Kedua alat sama-sama berguna. Channel manager menghemat waktu setiap hari. Booking engine mengubah obrolan WhatsApp menjadi pemesanan yang sudah dibayar.
Sebuah hostel. Ia menjual tempat tidur dan kamar privat di beberapa OTA, dengan banyak tamu menginap singkat dan pemesanan mendadak. Ketersediaan berubah cepat, jadi channel manager jelas menjadi kebutuhan pertama. Booking engine membantu untuk rombongan dan backpacker yang kembali.
Untuk banyak properti kecil, jawaban sebenarnya adalah "keduanya, terhubung ke satu kalender". Jika tidak terhubung, Anda kembali memperbarui angka secara manual. Panduan kami tentang website booking langsung untuk hotel kecil (membuka tab baru) menjelaskan cara menyiapkan sisi pemesanan langsung dengan baik.
Posisi WhatsApp dan tamu walk-in
Tidak semua pemesanan datang dari website. Di Indonesia dan banyak negara Asia, banyak tamu bertanya lewat WhatsApp lebih dulu. Sebagian lagi langsung datang.
- Pemesanan lewat WhatsApp. Saat tamu setuju di WhatsApp, seseorang harus menambahkan pemesanan ke kalender. Trik yang praktis adalah mengirim link booking engine kepada tamu. Tamu memesan dan membayar, lalu kalender terbarui sendiri.
- Walk-in. Walk-in adalah tamu yang datang tanpa pemesanan. Staf harus langsung mencatat pemesanannya. Jika menunggu sampai malam, OTA bisa menjual kamar itu lebih dulu.
- Pemesanan lewat telepon. Aturannya sama. Catat selagi tamu masih di telepon.
Channel manager hanya bisa melindungi kamar yang ia ketahui, jadi setiap pemesanan harus masuk ke satu kalender.
Kesalahan yang sering dilakukan pemilik
- Membeli booking engine yang tidak terhubung ke kalender. Tamu memesan di website, tetapi kamar tetap terbuka di OTA. Risiko double booking hanya pindah ke tempat baru.
- Menyembunyikan link pemesanan. Booking engine yang tidak bisa ditemukan tamu tidak akan membawa pemesanan. Pasang link di profil Instagram, listing Google, dan balasan WhatsApp Anda.
- Memasang harga lebih tinggi di website sendiri. Jika website Anda lebih mahal daripada OTA, tamu kembali ke OTA. Jaga harga langsung minimal sama baiknya dengan harga OTA, selama kontrak Anda mengizinkan.
Yang perlu dicek saat demo
Saat melihat demo salah satu alat ini, jangan hanya menonton slide. Minta orangnya menunjukkan tindakan nyata. Berikut daftar singkat untuk masing-masing.
Untuk channel manager:
- Buat pemesanan uji coba di satu channel. Seberapa cepat jumlah kamar berubah di channel lain?
- Ubah satu harga. Apakah harga itu sampai ke setiap OTA tanpa langkah tambahan?
- OTA mana saja yang terhubung, dan apakah OTA yang Anda pakai hari ini ada di daftar?
- Apa yang terjadi jika koneksi ke OTA terputus? Siapa yang memberi tahu Anda?
Untuk booking engine:
- Pesan kamar lewat ponsel, sebagai tamu. Berapa kali ketuk yang dibutuhkan?
- Bisakah tamu membayar online saat memesan?
- Apakah pemesanan muncul di kalender yang sama dengan pemesanan OTA?
- Bisakah Anda memasangnya di Instagram, Google, dan website dengan mudah?
Untuk keduanya:
- Apakah keduanya berbagi satu kalender, atau Anda harus menghubungkan dua sistem?
- Siapa yang menyiapkannya, dan berapa lama prosesnya?
Scorecard demo channel manager (membuka tab baru) kami memberi daftar yang lebih lengkap.
Di demo Kiyo, buat pemesanan di halaman pemesanan tamu, lalu temukan pemesanan itu di kalender pemesanan, di samping pemesanan OTA.
Cara Kiyo menangani keduanya di satu tempat
Kiyo adalah PMS dan channel manager untuk hotel independen, villa, guesthouse, dan hostel. Booking engine adalah bagian dari sistem yang sama, jadi Anda tidak perlu menghubungkan dua alat.
Anda bisa mencoba sisi tamu di sini dan melihat apa yang akan dilihat tamu Anda:
Langkah berikutnya: hitung berapa pemesanan Anda yang datang dari OTA dan berapa yang langsung, lalu lihat kedua alat di satu kalender. Tim kami menyiapkan kamar, tarif, dan koneksi OTA bersama Anda.
Paket dimulai dari Rp40rb per kamar per bulan (membuka tab baru), dengan channel manager dan booking engine sudah termasuk. Setup gratis, bayar mulai go-live, jaminan uang kembali 14 hari.
PMS, HMS, atau software manajemen hotel: apakah sama?
Untuk sebagian besar properti kecil, jawabannya sama. PMS adalah property management system, dan HMS adalah hotel management system atau sistem manajemen hotel. Keduanya merujuk ke sistem utama tempat booking, kamar, dan tamu Anda dikelola.
Kiyo menggabungkan semuanya di satu tempat: PMS atau HMS, channel manager untuk 75+ OTA, booking engine, dan satu inbox tamu.
Pertanyaan yang sering diajukan
Channel manager menjaga kamar dan harga Anda tetap sama di setiap OTA. Booking engine membuat tamu bisa memesan dan membayar langsung di website Anda sendiri.
Tidak. Booking engine menjual kamar di website Anda sendiri. Ia tidak memperbarui Booking.com, Agoda, atau Airbnb. Jika Anda menjual di OTA, Anda tetap butuh channel manager atau banyak kerja manual.
Website membantu, tetapi tidak wajib. Anda bisa membagikan link pemesanan di Instagram, Google, dan WhatsApp. Banyak properti kecil memulai dengan cara ini.
Kalau Anda menjual di dua OTA atau lebih, ya. Tanpa channel manager, seseorang harus menutup setiap malam yang terpesan di setiap OTA secara manual, dan pembaruan yang lambat bisa berujung double booking. Kalau Anda hanya menjual di satu OTA, untuk sementara Anda masih bisa memperbaruinya secara manual. Akan lebih sederhana juga kalau channel manager dan booking engine berbagi satu kalender.
Keduanya bekerja sebagai satu tim. Pemesanan langsung menghemat komisi, dan channel manager menutup kamar itu di setiap OTA yang terhubung begitu pemesanan langsung masuk.
Paket Kiyo bisa bulanan atau tahunan. Tim Kiyo mengerjakan setup dan menghubungkan ulang OTA Anda bersama Anda.
Tambahkan Kiyo ke sumber pilihan di Google