Sebelum memberi diskon: cek okupansi dan lead time
Sebelum merencanakan promosi, lihat dulu dua angka. Angka pertama adalah okupansi. Okupansi artinya persentase kamar Anda yang terjual. Kalau Anda punya 10 kamar dan malam ini terjual 4, okupansi Anda 40%. Angka kedua adalah lead time. Lead time artinya berapa hari sebelum kedatangan tamu biasanya memesan. Tamu yang memesan pada 1 Maret untuk menginap 15 Maret punya lead time 14 hari.
- Okupansi rendah untuk tanggal yang masih jauh, tetapi normal untuk tanggal dekat. Tamu mungkin tetap datang, hanya memesannya lebih mepet. Promo last minute mungkin sudah cukup.
- Okupansi rendah untuk tanggal yang sudah dekat. Malamnya hampir tiba dan kamar masih kosong. Anda butuh penawaran yang bisa langsung diambil tamu.
- Akhir pekan aman, hari kerja kosong. Masalah Anda bukan harga, tetapi hari kerja. Pakai promo hari kerja.
- Isinya cuma tamu yang menginap sebentar. Setiap pergantian tamu memakan waktu bersih-bersih dan biaya laundry. Promo menginap 4 malam bayar 3 bisa membantu.
Luangkan 15 menit untuk mencatat okupansi setiap minggu selama 8 minggu ke depan. Lalu tandai minggu mana yang lemah. Panduan kami tentang okupansi, ADR dan RevPAR (membuka tab baru) menjelaskan angka-angka ini dengan bahasa sederhana. Artikel kami tentang lead time booking hotel (membuka tab baru) menunjukkan cara membaca kapan tamu Anda biasanya memesan.
High season vs low season: aturan apa yang perlu diubah?
Aturan Anda sebaiknya tidak sama sepanjang tahun. Di high season, tamu berebut kamar Anda. Di low season, Anda yang berebut tamu. Berikut cara sederhana membandingkan keduanya.
| Aturan | High season | Low season |
|---|
| Minimum stay | Lebih panjang, misalnya 3 sampai 5 malam | Lebih pendek, sering 1 atau 2 malam |
| Harga | Harga penuh atau lebih tinggi | Sedikit lebih rendah, tidak pernah di bawah harga terendah |
| Waktu pemesanan | Tamu memesan beberapa minggu atau bulan sebelumnya | Tamu memesan beberapa hari sebelumnya |
| Pembatalan | Aturan lebih ketat | Aturan lebih fleksibel |
| Tambahan | Dijual sebagai add-on berbayar | Diberikan sebagai bonus, seperti sarapan atau late check-out |
Intinya sederhana. Banyak pemilik tetap memakai aturan musim ramai di bulan sepi, lalu heran kenapa kamar tetap kosong.
10 penawaran low season yang mengisi kamar
Berikut 10 penawaran yang cocok untuk hotel kecil, villa, guesthouse dan hostel. Anda tidak perlu memakai semuanya. Pilih dua atau tiga yang paling pas dengan minggu-minggu lemah dan jenis tamu Anda.
1. Bonus hari hujan
Di banyak tempat, seperti Bali, low season juga musim hujan. Banyak tamu takut hujan merusak liburan, jadi mereka menunda. Beri mereka alasan untuk tetap memesan. Saat hari hujan, tamu mendapat bonus, misalnya late check-out gratis, malam nonton film di kamar, atau minuman hangat gratis di sore hari. Biayanya kecil, dan bonus ini menjawab kekhawatiran terbesar tamu tentang tanggal low season.
2. Promo hari kerja
Tawarkan harga lebih baik untuk malam Minggu sampai Kamis. Malam Jumat dan Sabtu tetap memakai harga normal.
3. Menginap 4 malam, bayar 3
Ini promo menginap lebih lama yang terdengar sederhana. Tamu membayar tiga malam dan mendapat malam keempat gratis. Pastikan malam gratisnya adalah malam yang paling murah, misalnya hari Senin.
4. Bonus khusus booking langsung
Beri sesuatu yang lebih untuk tamu yang memesan lewat website Anda sendiri. Jangan dalam bentuk harga yang lebih murah. Berikan bonus: jemputan bandara gratis, late check-out, sarapan di pagi pertama, atau sebotol jus lokal saat tamu tiba. Bonus lebih mudah dijaga daripada diskon. Artikel kami tentang website booking langsung untuk hotel kecil (membuka tab baru) menjelaskan kenapa tamu yang memesan langsung layak mendapat perhatian ini. Ada juga panduan kami tentang cara menambah booking langsung (membuka tab baru) (dalam bahasa Inggris).
5. Harga khusus warga lokal
Orang yang tinggal beberapa jam dari properti Anda sering bepergian saat low season, ketika harga lebih bersahabat. Tawarkan harga akhir pekan atau hari kerja khusus untuk mereka. Minta KTP atau alamat lokal saat check-in supaya aturannya adil.
6. Paket workcation
Workcation adalah liburan sambil kerja: tamu bekerja di siang hari dan bersantai sesudahnya. Tawarkan harga mingguan dengan Wi-Fi cepat, meja kerja, kopi enak dan late check-out di hari terakhir. Tes kecepatan Wi-Fi Anda sebelum menjual paket ini.
7. Penawaran daftar tunggu musim ramai
Saat musim ramai, Anda menolak tamu karena kamar penuh. Jangan biarkan mereka hilang. Catat tamu yang menanyakan tanggal penuh dan setuju menerima kabar dari Anda. Saat low season tiba, kirim satu pesan berisi tanggal yang kosong dan bonus kecil.
8. Promo early booker
Beri diskon kecil untuk tamu yang memesan jauh-jauh hari untuk tanggal low season Anda. Booking.com menyarankan Early Booker Deal dipasang untuk minimal 30 hari sebelum check-in (membuka tab baru) (dalam bahasa Inggris). Dengan begitu Anda mendapat booking lebih awal dan bisa mengatur jadwal staf.
9. Minimum stay lebih pendek
Saat musim ramai, minimum stay yang panjang melindungi tanggal terbaik Anda. Saat low season, aturan yang sama bisa membuat kamar kosong. Turunkan minimum stay di minggu yang sepi supaya tamu yang menginap sebentar bisa memesan. Ini bukan diskon, jadi harga Anda tetap sehat. Kembalikan aturannya sebelum musim ramai, dan waspadai celah satu malam.
10. Voucher low season
Jual voucher saat musim ramai yang hanya bisa dipakai di tanggal low season. Tamu yang puas sering membelinya untuk datang lagi atau sebagai hadiah. Tulis jenis kamar, tanggal berlaku dan tanggal berakhir di voucher. Tandai di kalender saat tamu memakainya.
Tempat terbaik untuk menjalankan setiap penawaran
Setiap penawaran paling efektif di tempat tertentu. OTA (online travel agency, seperti Booking.com, Airbnb atau Expedia) menampilkan kamar Anda ke jutaan orang, tetapi mengambil komisi. Website dan WhatsApp Anda menjangkau lebih sedikit orang, tetapi uang yang Anda simpan lebih banyak dan hubungan dengan tamu menjadi milik Anda.
| Penawaran | Tempat terbaik | Alasannya |
|---|
| Bonus hari hujan | OTA dan website Anda | Tamu melihatnya saat membandingkan tanggal |
| Promo hari kerja | OTA dan website Anda | Bisa diatur per hari dalam seminggu |
| Menginap 4, bayar 3 | Website, WhatsApp, Instagram | Mudah dijelaskan dalam satu pesan |
| Bonus booking langsung | Hanya website Anda | Ini alasan tamu memesan langsung |
| Harga warga lokal | WhatsApp, Instagram, website | Tamu lokal mengikuti akun lokal |
| Paket workcation | Website, Instagram | Butuh foto meja kerja dan info Wi-Fi |
| Daftar tunggu musim ramai | Email, WhatsApp | Tamu ini sudah pernah bertanya |
| Promo early booker | OTA | OTA punya jenis promo khusus untuk ini |
| Minimum stay lebih pendek | OTA dan website Anda | Ini aturan, bukan harga |
| Voucher low season | Website, langsung di properti | Jual saat tamu masih menginap |
Sebagian besar OTA besar punya fitur promosi sendiri. Booking.com, misalnya, menyebut basic deal, last-minute deal, early booker deal, campaign deal, country rate dan mobile rate dalam panduan deals and discounts (membuka tab baru) (dalam bahasa Inggris). Country rate adalah diskon khusus untuk tamu yang memesan dari negara yang Anda pilih. Ini bisa membantu ketika low season Anda bertepatan dengan musim liburan di negara lain. Airbnb menyebut diskon lama menginap, early-bird, last-minute dan promosi khusus di halaman bantuan tentang diskon dan promosi (membuka tab baru) (dalam bahasa Inggris). Di Airbnb, hanya satu dari promo itu yang berlaku untuk setiap booking.
Untuk channel milik Anda sendiri, buat sesederhana mungkin. Unggah penawaran di Instagram dengan foto yang jelas dan tanggal yang tegas. Pasang di status WhatsApp. Tambahkan banner singkat di website.
Contoh kalimat promosi yang bisa Anda pakai
Kata-kata promosi yang baik itu singkat, jelas, dan menyebut tanggal. Berikut beberapa contoh yang bisa Anda ubah sesuai properti Anda:
- Hari hujan: "Hujan di luar? Nikmati late check-out gratis dan minuman hangat dari kami."
- Hari kerja: "Liburan di hari kerja lebih tenang. Harga khusus Minggu sampai Kamis sepanjang Februari."
- 4 malam bayar 3: "Menginap 4 malam, bayar 3. Malam keempat kami yang tanggung."
- Booking langsung: "Pesan lewat website kami dan dapatkan sarapan gratis di pagi pertama."
Contoh hitungan: 10 kamar dari okupansi 50% ke 70%
Berikut contoh kedua, juga dibuat untuk menunjukkan hitungannya. Sebuah guesthouse 10 kamar di Ubud menjual kamar Rp1.000.000 per malam. Dalam satu bulan low season 30 hari, ada 300 malam kamar untuk dijual (10 kamar × 30 malam). Okupansinya 50% dengan aturan high season: minimum stay 3 malam dan harga penuh.
Pemiliknya beralih ke aturan low season: minimum stay 1 malam dan harga Rp900.000, masih di atas harga terendah. Tamu yang menginap singkat sekarang bisa memesan, dan okupansi naik menjadi 70%.
| Aturan high season | Aturan low season |
|---|
| Harga per malam | Rp1.000.000 | Rp900.000 |
| Okupansi | 50% | 70% |
| Malam kamar terjual | 150 | 210 |
| Pendapatan kamar | Rp150.000.000 | Rp189.000.000 |
Harganya 10% lebih rendah, tetapi total pendapatan naik Rp39.000.000. Lebih banyak tamu juga berarti lebih banyak check-out dan bersih-bersih, jadi hitung juga biaya tambahan itu sebelum memutuskan. Angka ini hanya contoh. Hasil Anda tergantung permintaan di properti Anda.
Ide yang sama berlaku untuk satu villa. Jika minimum stay 4 malam dari musim ramai menghalangi tamu yang ingin menginap dua malam, minimum stay 2 malam di hari kerja bisa menjual lebih banyak malam dengan harga penuh, tanpa diskon.
Pakai manajemen pendapatan, bukan satu harga tetap
Manajemen pendapatan (revenue management) berarti mengubah harga dan aturan sesuai permintaan. Saat permintaan tinggi, Anda menaikkan harga dan meminta masa inap lebih panjang. Saat permintaan rendah, Anda menurunkan harga sedikit dan melonggarkan aturan. Cek angka Anda setiap minggu lalu sesuaikan lagi. Panduan kami tentang manajemen pendapatan hotel (membuka tab baru) menjelaskan dasarnya.
Cara menjaga rate parity dan minimum stay
Rate parity artinya menampilkan harga yang sama untuk kamar yang sama di semua channel. Banyak OTA mengharapkannya, dan tamu juga sadar kalau harganya berbeda-beda. Promosi low season bisa merusak parity tanpa sengaja. Berikut cara supaya tetap aman.
- Ubah penawarannya, bukan harga dasarnya. Biarkan harga normal Anda apa adanya. Tambahkan promosi di atasnya, dengan tanggal yang jelas.
- Cek semua channel setelah ada perubahan. Buka setiap OTA dan lihat harga akhir untuk satu tanggal percobaan. Artikel kami tentang kenapa harga kamar berbeda di tiap OTA (membuka tab baru) menjelaskan penyebab yang paling umum.
- Waspadai diskon bertumpuk. Diskon bertumpuk artinya dua diskon berlaku untuk satu booking yang sama. Di Booking.com, mobile rate (membuka tab baru) (dalam bahasa Inggris) bisa bertumpuk dengan beberapa promo lain. Hitung kemungkinan terburuknya sebelum promo dijalankan.
- Pasang minimum stay yang sesuai dengan penawaran. Minimum stay adalah jumlah malam paling sedikit yang boleh dipesan tamu. Promo tanpa aturan minimum stay di akhir pekan bisa meninggalkan celah satu malam di antara booking. Artikel kami tentang minimum stay dan celah booking (membuka tab baru) menunjukkan cara mengaturnya.
- Tentukan harga terendah. Harga terendah adalah harga paling rendah yang mau Anda terima untuk satu malam. Tulis angkanya. Jangan pernah menjalankan promo yang berada di bawahnya.
Panduan kami tentang strategi harga hotel (membuka tab baru) (dalam bahasa Inggris) membahas cara menentukan harga dasar dan harga terendah sejak awal.
Kesalahan umum saat promosi low season
- Memotong harga semua malam untuk semua tamu. Anda rugi di malam-malam yang sebenarnya tetap akan laku.
- Menjalankan promo tanpa tanggal selesai. Promo yang tidak pernah berakhir lama-lama menjadi harga baru Anda.
- Terlalu banyak promo sekaligus. Tamu bingung, dan Anda tidak tahu mana yang berhasil. Dua atau tiga sudah cukup.
- Lupa memperbarui semua channel. Promo di satu situs tetapi tidak di situs lain bisa membuat selisih harga dan membuat tamu kecewa.
- Tidak mencatat hasilnya. Catat berapa booking yang datang dari setiap promo. Pertahankan yang berhasil untuk tahun depan. Buang yang tidak.
Cara Kiyo membantu menjalankan promo low season
Dengan Kiyo, Anda mengatur penawaran dari satu tempat, jadi setiap channel yang terhubung menampilkan harga dan aturan yang sama.
- Rate plan dengan minimum stay. Anda bisa membuat rate plan, misalnya rate plan "4 malam bayar 3", dengan minimum stay 4 malam. Saat rate plan itu dikirim ke channel yang terhubung, aturan minimum stay ikut terkirim.
- Rate plan khusus booking langsung dan paket. Anda bisa membuat rate plan yang hanya tampil di website booking Anda sendiri. Rate plan paket (kamar plus tambahan seperti sarapan atau antar-jemput) selalu khusus booking langsung. Ini cara rapi untuk menjalankan bonus booking langsung Anda.
- Satu kalender untuk 75+ OTA. Saat tamu memesan penawaran Anda di satu channel, ketersediaan langsung terkunci di semua channel yang terhubung begitu booking masuk. Satu-satunya celah yang tersisa adalah booking di luar Kiyo yang tidak dicatat.
- Harga dan aturan di semua channel. Ubah harga atau minimum stay sekali di kalender harga Kiyo, dan Kiyo mengirimnya ke semua channel yang terhubung. Jadi mudah berpindah antara aturan high season dan low season.
- Stop sell kapan pun dibutuhkan. Kalau promo mengisi satu minggu lebih cepat dari rencana, Anda bisa menutup tanggal dari kalender harga dan mengirim perubahannya ke OTA.
Beberapa jenis promosi OTA, seperti campaign deal, tetap diatur di extranet masing-masing OTA. Saat onboarding, tim Kiyo menyiapkan dan menghubungkan OTA Anda bersama Anda, serta memetakan kamar dan rate plan Anda. Setelah itu Anda bisa melihat di mana setiap promosi sebaiknya diatur.
Paket dimulai dari Rp40rb per kamar per bulan (membuka tab baru). Setup gratis, bayar mulai go-live, jaminan uang kembali 14 hari.
Pertanyaan yang sering diajukan
Penawaran yang terarah lebih baik daripada memotong harga untuk semua tamu. Coba bonus hari hujan, promo hari kerja, menginap 4 malam bayar 3, harga warga lokal, atau penawaran daftar tunggu musim ramai, masing-masing dengan tanggal berakhir.
Tidak ada satu angka pasti, jadi mulailah dari harga terendah. Ini contoh rekaan. Harga normal Anda Rp2.000.000 dan harga terendah Rp1.500.000. Diskon hari kerja 15% menghasilkan Rp1.700.000, masih aman. Jika mobile rate 10% juga berlaku, tamu membayar Rp1.530.000, masih di atas harga terendah. Potongan 30% menghasilkan Rp1.400.000, di bawah harga terendah, jadi jangan dipakai.
Pakai keduanya untuk tamu yang berbeda. Jalankan promo early booker dan country rate di OTA, lalu simpan bonus seperti sarapan atau jemputan gratis untuk website Anda sendiri.
Tambahkan minimum stay pada penawaran dan pada akhir pekan di sekitarnya. Cek kalender setiap minggu dan sesuaikan kalau mulai muncul celah satu malam.
Menginap 4 malam bayar 3 dengan minimum stay biasanya cocok untuk villa, karena satu booking bisa mengisi banyak malam dan pekerjaan bersih-bersih jadi lebih sedikit.
Tambahkan Kiyo ke sumber pilihan di Google