↩ Blog
10 MENIT BACA
PENDAPATAN

Cara meningkatkan pendapatan hotel: cek mingguan 15 menit sebelum menurunkan harga

Checklist mingguan 15 menit untuk hotel kecil, guesthouse dan vila: enam pertanyaan sebelum menurunkan harga, tabel keputusan dan contoh ilustrasi.

Tambahkan Kiyo ke sumber pilihan di Google

Cara meningkatkan pendapatan hotel dimulai dari membedakan okupansi dan pendapatan. Okupansi menunjukkan berapa kamar yang terjual, sedangkan pendapatan menunjukkan berapa uang yang benar-benar masuk dari kamar-kamar itu. Keduanya tidak selalu naik bersamaan. Hotel yang penuh karena diskon bisa menghasilkan lebih sedikit daripada hotel yang tidak penuh tapi harganya sehat. Dengan cek mingguan 15 menit ini, pemilik hotel kecil, guesthouse atau vila bisa memutuskan berdasarkan data sendiri apakah harga perlu diubah atau tidak.

Kalau Anda mencari cara meningkatkan pendapatan hotel, mulailah dengan melihat kondisi yang sebenarnya. Banyak pemilik melewatkan langkah ini dan langsung mengubah harga.

Bayangkan Selasa pagi di guesthouse 10 kamar. Pemiliknya membuka kalender dan melihat akhir pekan depan baru setengah terisi. Ia langsung ingin menurunkan harga di semua channel. Sebelum itu, ia meluangkan 15 menit untuk enam pertanyaan. Jawabannya menunjukkan bahwa akhir pekan terisi dengan kecepatan biasa. Masalah sebenarnya ada di hari kerja. Akhirnya ia hanya mengubah dua tanggal, bukan tiga puluh.

Lihat dashboard pendapatan di demo Kiyo

Kenapa hotel penuh belum tentu minggu yang bagus?

Minggu yang ramai memang terasa menyenangkan, tapi diskon juga ikut dinikmati tamu yang sebenarnya mau membayar harga normal. Strategi besarnya ada di panduan kami tentang manajemen pendapatan hotel. Halaman ini hanya membahas kebiasaan mingguannya.

Halaman ini juga tidak mengulang rumus. Untuk okupansi, ADR (harga rata-rata per kamar terjual) dan RevPAR, baca panduan kami tentang okupansi, ADR dan RevPAR. Definisi standar industri ada di glosarium metrik hotel STR. Untuk selisih antara pendapatan dan uang yang benar-benar masuk ke rekening, lihat artikel revenue vs cash flow vs profit (dalam bahasa Inggris).

Yang penting di sini adalah satu cek singkat, di hari yang sama setiap minggu, sebelum Anda memutuskan soal harga.

Cek mingguan 15 menit, langkah demi langkah

Lakukan enam langkah ini berurutan. Totalnya sekitar 15 menit. Tulis satu baris catatan setelah setiap langkah.

  1. Lihat minggu lalu (2 menit). Catat jumlah kamar terjual, harga rata-rata dan pendapatan kamar. Bandingkan dengan minggu sebelumnya. Yang Anda cari adalah perubahan, bukan angka sempurna.
  2. Cek pickup 14 hari ke depan (3 menit). Pickup adalah booking baru yang masuk sejak cek terakhir. Apakah dua minggu ke depan terisi dengan kecepatan biasa, lebih cepat atau lebih lambat?
  3. Lihat sekilas 30 hari ke depan (2 menit). Cari tanggal yang jelas lebih sepi dari biasanya. Satu tanggal sepi itu wajar. Beberapa tanggal sepi berturut-turut adalah sinyal yang perlu diperhatikan.
  4. Bandingkan harga Anda dengan minggu lalu dan dengan properti serupa (3 menit). Cari tanggal Anda sendiri di satu OTA, seperti yang dilakukan tamu. Lihat beberapa properti sejenis di sekitar Anda. Apakah mereka juga masih kosong di tanggal sepi Anda?
  5. Lihat asal booking (3 menit). Hitung booking per sumber: langsung, tiap OTA, WhatsApp, telepon dan walk-in. Kalau tiba-tiba banyak booking pindah ke satu channel, catat.
  6. Cek pembatalan dan celah (2 menit). Apakah pembatalan datang dari satu channel atau satu rate plan (paket harga)? Apakah ada satu malam kosong yang terjepit di antara dua booking?

Setelah itu, ambil keputusan. Pilih paling banyak satu atau dua perubahan untuk minggu ini, atau putuskan untuk tidak mengubah apa pun. Kalau permintaan masih sesuai perkiraan, tidak mengubah apa pun juga keputusan yang tepat.

Ini versi singkat untuk ditempel di meja resepsionis. Sebelum menurunkan harga, cek enam hal: hasil minggu lalu, pickup 14 hari ke depan, 30 hari ke depan, harga Anda dibanding properti serupa, asal booking, serta pembatalan dan celah.

Angka apa yang perlu dilihat, dan di mana mencarinya?

Anda tidak perlu revenue manager atau laporan baru. Anda hanya perlu lima angka yang bisa ditemukan dalam beberapa menit.

  • Kamar terjual minggu lalu. Dari kalender booking atau PMS (sistem manajemen properti), atau buku booking Anda.
  • Harga rata-rata minggu lalu. Harga rata-rata yang dibayar per kamar per malam. Kebanyakan sistem sudah menampilkannya.
  • Pendapatan kamar minggu lalu. Pemasukan dari kamar untuk malam-malam itu, tanpa tambahan seperti makanan atau antar-jemput.
  • Booking yang sudah masuk untuk 14 dan 30 hari ke depan. Kalender Anda menunjukkannya. Catat jumlahnya setiap minggu supaya kecepatannya terlihat.
  • Booking per sumber. Langsung, tiap OTA, WhatsApp, telepon dan walk-in.

Ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama, bandingkan dengan minggu yang sejenis. Minggu libur panjang dan minggu biasa bukan perbandingan yang adil. Kedua, pastikan setiap booking sudah masuk ke sistem. Booking WhatsApp atau walk-in yang hanya ada di chat tidak terhitung di angka Anda. Kamarnya juga bisa terjual dua kali karena tidak tercatat.

Tabel keputusan: perlu ubah harga minggu ini?

Pakai tabel ini setelah enam langkah tadi. Cari baris yang paling mirip dengan minggu Anda. Sinyal di bawah adalah panduan umum, bukan aturan pasti. Riwayat properti Anda sendiri lebih penting daripada patokan apa pun.

Sinyal 14 hari ke depanHarga Anda vs minggu laluKemungkinan artinyaCoba ini duluHindari
Pickup lambat, properti serupa juga masih kosongSamaPasar memang sedang sepiPaket, penawaran langsung ke tamu lama atau promo singkat khusus tanggal sepiMenurunkan harga semua tanggal di semua channel
Pickup lambat, properti serupa mulai penuhLebih tinggi dari merekaMasalahnya di harga atau listing AndaTinjau harga di tanggal itu; cek foto, ulasan dan nama kamarBanting harga di semua channel karena panik
Pickup kuatSamaPermintaan sedang naikTahan atau naikkan harga; pasang minimum stay di malam ramaiDiskon apa pun
Penuh, tapi harganya rendahLebih rendahKamar terjual terlalu murahNaikkan harga untuk tanggal serupa ke depanPuas hanya karena okupansi tinggi
Banyak pembatalan dari satu channelBerapa punAda masalah di kebijakan atau rate planCek kebijakan pembatalan dan rate plan di channel ituMembiarkannya
Satu malam kosong di antara dua bookingSamaIni celah, bukan permintaan rendahSesuaikan aturan lama menginap untuk tanggal ituDiskon untuk seminggu penuh
Buka kalender harga di demo

Contoh ilustrasi: guesthouse 10 kamar

Contoh ini hanya ilustrasi, bukan data. Tujuannya menunjukkan cara kerja cek mingguan, bukan hasil properti sungguhan.

Bu Maya mengelola guesthouse 10 kamar di Yogyakarta. Setiap Selasa pukul 9.00 ia menjalankan cek ini.

  1. Minggu lalu: kamar terjual sedikit lebih sedikit dari minggu sebelumnya. Harga rata-ratanya sama.
  2. 14 hari ke depan: malam Jumat dan Sabtu terisi dengan kecepatan biasa. Selasa sampai Kamis minggu depan baru sedikit booking.
  3. 30 hari ke depan: tidak ada yang aneh. Satu long weekend sudah ramai.
  4. Harga: harganya sama dengan minggu lalu. Guesthouse sejenis di sekitarnya juga masih punya kamar kosong di hari kerja.
  5. Channel: sebagian besar booking akhir pekan datang dari satu OTA. Booking langsung sepi.
  6. Pembatalan dan celah: satu pembatalan, tanpa pola. Ada satu malam Sabtu kosong di antara dua booking.

Keputusannya cocok dengan dua baris tabel: pasar sepi di hari kerja dan ada celah di hari Sabtu. Ia tidak mengubah harga akhir pekan. Ia mengirim penawaran menginap dua malam di hari kerja, termasuk sarapan, ke tamu lama. Ia juga memasang minimum stay 2 malam di long weekend yang ramai, supaya tanggal itu tidak terisi booking satu malam yang terpisah-pisah.

Selasa berikutnya ia mengecek apakah tanggal hari kerja itu mulai terisi. Kalau belum, ia mencoba satu promo singkat khusus tanggal itu. Ia tidak pernah memotong harga sebulan penuh.

Apa yang bisa diubah selain menurunkan harga?

Menurunkan harga itu mudah, tapi menaikkannya lagi sulit, karena tamu sudah ingat harga murahnya. Coba cara-cara ini lebih dulu.

  • Minimum stay di malam ramai. Minimum 2 malam di Sabtu yang ramai melindungi akhir pekan Anda. Booking.com menjelaskan cara kerja pembatasan lama menginap di extranet-nya. Panduan kami tentang minimum stay dan celah booking juga menunjukkan bagaimana aturan bisa tanpa sengaja memblokir kamar.
  • Paket, bukan diskon. Tambahkan sarapan, late check-out atau antar-jemput bandara dengan harga yang sama. Harga tetap sehat dan penawarannya terasa lebih menarik.
  • Promo khusus tanggal tertentu. Pilih tanggal yang sepi dan satu channel. Tentukan tanggal berakhirnya.
  • Penawaran langsung ke tamu lama. Tamu yang pernah menginap sudah percaya pada Anda. Lihat booking langsung untuk hotel kecil (dalam bahasa Inggris).
  • Listing yang lebih baik. Foto yang jelas, nama kamar yang jujur dan ulasan terbaru bisa mengisi tanggal sepi tanpa mengubah harga.
  • Aturan harga menit terakhir, ditetapkan dari awal. Tentukan aturannya sebelum tanggal sepi tiba. Panduan kami tentang harga hotel menit terakhir membahas hal ini.

Jaga harga tetap sama di semua channel jika kontrak Anda memintanya. Harga yang berbeda-beda membingungkan tamu. Artikel kami tentang perbedaan harga kamar di berbagai OTA menjelaskan kenapa harga bisa bergeser.

Bagaimana menjadikan cek ini kebiasaan mingguan?

Cek ini hanya berguna kalau dilakukan setiap minggu. Tiga kebiasaan kecil ini bisa membantu.

  • Hari yang sama, jam yang sama. Banyak pemilik memilih awal minggu, supaya masih ada waktu bertindak sebelum akhir pekan.
  • Orang yang sama. Pemilik atau satu manajer yang menjalankannya. Kalau digantikan, penggantinya memakai catatan yang sama.
  • Satu baris catatan. Tulis tanggal, enam jawaban dalam beberapa kata, dan keputusannya. Simpan di satu tempat.

Contoh catatan sederhana:

13 Okt: minggu lalu datar. Akhir pekan sesuai perkiraan. Hari kerja sepi, pasar juga sepi. Booking langsung sepi. 1 pembatalan. Keputusan: penawaran tamu lama untuk Selasa sampai Kamis. Harga tidak diubah.

Setelah satu musim, catatan ini akan memperlihatkan pola properti Anda sendiri, yang jauh lebih berguna daripada saran umum. Laporan harian adalah pekerjaan terpisah. Untuk itu, lihat laporan harian hotel untuk pemilik (dalam bahasa Inggris). Untuk rencana besar di balik harga Anda, baca manajemen pendapatan hotel.

Bagaimana Kiyo membantu cek mingguan?

Kiyo menyatukan data kamar terjual, harga dan channel di satu tempat. Jadi cek mingguan cukup di satu layar, bukan lima tab.

  • Dashboard pendapatan dan kalender harga, di semua paket. Lihat hasil minggu lalu dan tanggal ke depan berdampingan.
  • 75+ channel booking, di semua paket. Booking dari OTA yang terhubung dan dari booking engine (mesin pemesanan) di website Anda masuk ke satu kalender, lengkap dengan sumbernya.
  • Tindak lanjut di satu tempat. Kalau hasil cek menunjukkan satu tanggal perlu diubah, ubah sekali di Kiyo, lalu klik Push to OTAs untuk mengirimnya ke channel yang terhubung. Saat tamu memesan, kamar langsung terkunci di semua channel yang terhubung dalam hitungan milidetik. Detail tamu menyusul setelah pembayaran dikonfirmasi; sampai saat itu kamar tetap ditahan.
  • AI insights di paket Pro ke atas. Daily AI briefing bisa menunjukkan tanggal yang perlu dicek. Keputusan tetap di tangan Anda.

Ada satu hal yang tetap menjadi tugas Anda. Booking dari WhatsApp, telepon atau walk-in harus segera dimasukkan ke Kiyo. Kalau tidak, booking itu tidak terhitung di angka Anda, dan kamarnya bisa terjual dua kali.

Kiyo sudah live dan terbuka untuk semua properti. Kami membantu setup bersama Anda lewat WhatsApp atau panggilan demo. Paket mulai dari Rp40rb per kamar per bulan; geser slider di halaman harga untuk melihat harga pasti Anda.

Coba demo Kiyo

Pertanyaan yang sering diajukan

Bacaan terkait

Tambahkan Kiyo ke sumber pilihan di Google